AMP TABAGSEL Gelar Aksi Terkait Dugaan Pungli di Disdik Tapsel


 Tapanuli Selatan,-

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tapanuli Bagian Selatan Bersatu (AMP TABGSEL) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tapanuli Selatan. Jum'at, 03 Juni 2026.

Massa aksi menuntut pengusutan tuntas atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Tapsel, yang dimana dugaan kuat  mengarah langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Aksi yang berlangsung dinamis ini sempat memanas ketika massa aksi meluapkan kekecewaannya dengan membakar ban bekas di depan gerbang kantor dinas. Kobaran api dan asap hitam membumbung tinggi sebagai simbol protes keras atas matinya transparansi di tubuh instansi pendidikan Tapanuli Selatan.

Kekecewaan massa semakin memuncak saat mengetahui Kepala Dinas Pendidikan tidak berada di tempat dengan alasan sedang melakukan perjalanan dinas. 

Ditanggapi, perwakilan Dinas Pendidikan Tapsel salah satu staf Kepala Bagian (Kabag) di Dinas Pendidikan Tapsel, Menanggapi aspirasi massa dari AMP TABGSEL Namun, perwakilan tersebut dinilai tidak mampu memberikan jawaban konkret dan terkesan tidak mengetahui apa-apa mengenai substansi permasalahan yang dituntut oleh mahasiswa.

Di lokasi aksi, Irfan Syaleh Siregar selaku pemantau massa unjuk rasa, memastikan barisan massa tetap solid, terorganisir, dan kondusif dalam mengawal jalannya aspirasi meskipun tensi sempat meninggi akibat ketidakhadiran sang Kepala Dinas.

Dalam orasi penutupnya yang berapi-api, Arjuliadi Harahap selaku Orator Aksi, menyampaikan ultimatum keras kepada pihak Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan. Ia menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai di sini.

"Aksi hari ini adalah permulaan. Kami pastikan akan ada aksi Jilid II dengan gelombang massa yang jauh lebih besar! Kami akan membawa bukti-bukti otentik terkait dugaan pungli yang menggurita di sekolah-sekolah Tapsel," Tegas Arjuliadi.

Lebih lanjut, Arjuliadi memberikan peringatan keras jika Kepala Dinas Pendidikan kembali mangkir pada aksi berikutnya. “Jika pada aksi Jilid II nanti Kepala Dinas tidak berani hadir menemui kami, jangan salahkan kami jika massa menggeruduk dan menyegel Kantor Dinas Pendidikan Tapsel! Kami tidak akan membiarkan satu orang pun keluar dari kantor tersebut sampai Kepala Dinas datang menjumpai mahasiswa untuk beradu data secara terbuka!" Pungkasnya.

 AMP TABGSEL menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas demi menyelamatkan dunia pendidikan Tapanuli Selatan dari praktik koruptif dan pungli yang merugikan masyarakat.(tim)





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama