Medan,-
Aliansi Mahasiswa Anti Tirani (AMANAT) akan melaksanakan aksi damai pada hari senin esok (26/10/2026) terkait dugaan Komplotan (Curanmor) diduga kuat beroperasi di wilayah hukum Medan Tembung. Sebuah gudang tersembunyi yang diduga dikelola oleh PT Mandiri Ekspres Sejahtera(PT MES Gadai), kini menjadi sorotan tajam setelah terindikasi kuat menjadi tempat "pencincangan" mobil truk serta penampungan kendaraan hasil kejahatan.
Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun oleh AMANAT di lapangan, lokasi tersebut disinyalir menjadi surga bagi penadah mobil leasing berstatus STNK Only serta mobil rental yang digadaikan secara ilegal. Publik kini mendesak keras agar Kapolda Sumatera Utara (Sumut) segera turun tangan melakukan penggerebekan dan penyelidikan menyeluruh terhadap jaringan ini.
Modus Operandi Antar-Provinsi dan Dugaan Suap Berjuta-juta
Menurut AMANAT, kejahatan yang terstruktur ini diduga tidak hanya beroperasi di wilayah Sumatera Utara, melainkan sudah menggurita hingga luar provinsi. Informasi terkini mengungkap bahwa karyawan PT MES Gadai tertangkap tangan sedang merental mobil di Jambi. Aksi nekat ini diduga dilakukan atas perintah langsung dari sang pemilik atau "Bos" PT MES Gadai untuk memperbanyak pasokan armada ilegal mereka.
Tak hanya itu, AMANAT mencium aroma kongkalikong dengan oknum aparat juga terendus dari wilayah pesisir. Di wilayah Medan Belawan, pihak berwajib dikabarkan sempat mengamankan 4 unit mobil ilegal yang keluar dari jaringan ini. Namun, ironisnya, Menurut Keterangan dari AMANAT, pemilik PT MES Gadai diduga kuat langsung menyuap oknum petugas agar ke-4 unit mobil tersebut dilepaskan guna memutus mata rantai penyelidikan.
Desakan Tegas kepada Kapolda Sumut dan Poltabes medan
Rentetan dugaan tindak pidana—mulai dari penadahan barang gadai gelap, sindikat mutilasi kendaraan (mencincang truk), penggelapan mobil rental, hingga dugaan penyuapan aparat hukum—membuat masyarakat meradang.
"Kami meminta dengan tegas kepada Bapak Kapolda Sumut untuk tidak tinggal diam. PT MES Gadai harus diperiksa secara menyeluruh. Jangan biarkan oknum-oknum di lapangan masuk angin karena dugaan suap dari bos penadah ini," ungkap perwakilan warga yang dikonfirmasi oleh AMANAT sambil meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat terus mengawasi gerak-gerik gudang penampungan di Medan Tembung tersebut. Jika Polda Sumut dan Polrestabes Medan tidak segera mengambil tindakan tegas dan presisi, dikhawatirkan barang bukti penting di dalam gudang akan segera dihilangkan oleh para pelaku.(Azu/Tim)
Catatan redaksi: Rilis ini merupakan naskah pra-aksi berdasarkan informasi dan dugaan yang disampaikan pihak penggagas aksi. Tuduhan terhadap perusahaan maupun individu belum dinyatakan terbukti dalam naskah ini. Konfirmasi dari pihak PT. MES Gadai dan pihak-pihak terkait dan tanggapan mereka perlu dimuat secara berimbang apabila tersedia.
